Kebersihan Alat Kelamin Juga Harus Dilakukan Sejak Anak-anak

REPUBLIKA.CO.ID,Daerah genital pada pria dewasa penting untuk di jaga kebersihannya. Apabila tidak di jaga, dikhawatirkan akan menimbulkan berbagai masalah termasuk kanker penis. Namun, tidak hanya pria dewasa ternyata anak laki-laki juga harus dirawat kebersihan dan kesehatan area genitalnya. Jika tidak, akan terjadi penumpukan smegma di sekitarnya.

dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS mengungkapkan pada anak laki-laki saat lahir umumnya prepusium dan kepala penis mereka masih menyatu dalam satu struktur. Setelah lahir, terjadi proses normal pemisahan prepusium dari kepala penis pada masa pertumbuhan.

“Proses ini melibatkan matinya sel-sel kulit dan pembentukan smegma di lapisan tersebut. Perubahan ini umumnya terjadi sebelum anak berusia lima tahun. Untuk membersihkan daerah ini, orang tua perlu memperhatikan agar tidak menarik prepusium secara paksa untuk membersihkan smegma pada anak-anak,” ungkapnya dalam acara workshop sirkumsisi di Palembang, beberapa waktu lalu.

Hal ini dikarenakan, dapat menimbulkan cedera pada panis dan prepusium. Bahkan penarikan secara paksa ini juga dapat menimbulkan pendarahan, robekan hingga jaringan parut di sekitar penis. Penumpukan smegma pada anak, dapat terjadi karena anak belum dapat membersihkan daerah genitalnya sendiri. Akibat ujung prepusium yang sempit atau bahkan tertutup (fimosis). Sementara penumpukan smegma jarang terjadi pada pria dewasa.

“Ini karena orang dewasa sudah mengerti akan pentingnya higinitas daerah genitalnya. Untuk mempermudah pembersihan smegma, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah penyunatan,” jelas Mahdian.

Menurut beberapa studi penyunatan atau sirkumsisi pada anak terbukti dapat menurunkan infeksi dan risiko terjadinya kanker penis. Ini karena smegma biasanya menumpuk di sekitar sulcus coronarius, yaitu cincin yang melingkari pangkal kepala penis.Dengan sirkumsisi, daerah ini menjadi lebih mudah dijangkau dan dibersihkan. Sunat juga dapat mencegah infeksi berulang pada saluran kemih pada anak.

Senada dengan Mahdian, dr. Muhammad Zaiem dari Graha Rumah Sunatan juga mengungkapkan sunat memang merupakan kegiatan yang wajib dilakukan oleh semua anak laki-laki di seluruh dunia. Bahkan, WHO juga sudah mengklaim bahwa sunat merupakan salah satu cara pencegahan penularan HIV/AIDS.

Join the Conversation

Will not be published.