List News

Teknologi terus mengalami perkembangan demikian halnya teknologi kedokteran lebih spesifik lagi mengenai bidang interventional pain management yang baru-baru ini popular di Indonesia. Belum lama ini PT Visi Sejahtera Medika selaku perusahaan distributor alat kesehatan serta rental alat-alat pain management dan c-arm, bekerja sama dengan Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta mengadakan workshop Interventional Pain Management menggunakan Radiofrekuensi Ablasi, menghadirkan narasumber dr. Willy Halim, FIPP dan dr. Said Shofwan SpAn, FIPP. Dalam kesempatan yang sama juga dihadirkan materi penggunaan C-arm pada kasus tulang belakang.

Tak bisa dipungkiri, teknologi c-arm di dunia kesehatan terus mengalami perkembangan para perusaan pembuat instrument radiologi ini kemudian menyesuaikan kebutuhan para tenaga medis yang terbaik. Khusus aplikasi bidang intervensi nyeri, para pakar saat sependapat, teknologi c-arm harus memiliki beberapa fitur berikut ini, diantaranya;

  1. Kualitas dan ukuran gambar

Hal ini penting diperhatikan para dokter, terutama dalam hal ukuran monitor c-arm yang digunakan. Tidak bisa dipungkiri ukuran monitor c-arm yang ada paling banyak digunaakan saat ini berukuran antara 9 – 12 inci, meski perusahaan lain ada yang membuat dengan ukuran 13 inch. Untuk aplikasi dalam bidang interventional pain management, 9 inch merupakan ukuran terbaik bagi dokter. Sementara monitor yang lebih besar berukuran 12 inch lebih banyak digunakan untuk kebutuhan vaskuler.

  1. Ukuran lengan C

Hingga saat ini ada 2 jenis lengan c-arm yang digunakan di pasaran, yaitu ukuran regular dan super. Untuk ukuran super lengan sedikit lebih besar, dibadingkan ukuran regular sehingga memudahkan operator c-arm memposisikan pasien sesuai keinginan dokter. Terlebih jika ukuran tubuh pasien besar melebihi ukuran normal.

  1. Tabung anoda yang bisa disesuaikan

Fitur ini memungkinkan operator c-arm atau dokter melakukan pemindaian fluorokopi lebih lama pada arus yang tinggi tanpa harus mengakibatkan timbulnya panas berlebih pada tabung x-ray. Fitur ini lagi-lagi penting dibutuhkan terutama saat melakukan pemindaian atau scanning pada pasien dengan kelebihan barat badan atau saat pemindaian posisi lateral yang mungkin tidak bisa dilakukan pada c-arm dengan fitur tabung anoda stasioner.

Faktor-faktor diatas bisa menjadi pertimbangan para dokter terutama yang akan melakukan investasi pembelian c-arm terutama untuk kebutuhan klinik dalam bidang intervensi nyeri. Saat pembelian c-arm dirasa belum dibutuhkan, terkait nilai investasi yang harus dikeluarkan dokter. Saat ini PT Visi Sejahtera Medika, juga menyediakan jasa rental c-arm, generator radiofrekuensi dan kebutuhan alat medis dalam bidang interventional pain management. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Vebri Hp/WA 0811889867.

Tags:

Share: